20.4.10

MENGANALISA SIFAT MELALUI TULISAN

Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang:

1. Arah kemiringan huruf
Ke kanan = ekspresif, emosional
Tegak = menahan diri, emosi sedang
Ke kiri = menutup diri
Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten
Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya

2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar = alami, easygoing
Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat
Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman
Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar

3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak
Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).
Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama

4. Spasi antar kata
Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk?)
Rapat/Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak

5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial
Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara
Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik

6. Interpretasi huruf ‘t’
Letak palang (-) pada kail ‘t’
- Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya
- Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab
- Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin

Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
- Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)
- Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan
- Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan

7. Arah tulisan pada kertas
Naik/menanjak = energik, optimis, tegas
Tetap/lurus = perfeksionis, sulit bergaul
Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri

8. Tekanan saat menulis
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya

9. Ukuran huruf
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.

10. Sedikit tentang huruf “O”
- Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”
- Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan.

11.4.10

baka to test shoukanju !

Sinopsis:

Pusat cerita seputar Akihisa Yoshii, yang baka "" judulnya. akademi-Nya membagi kaku membentuk tubuh siswa ke dalam kelas berdasarkan hasil tes. The genius berada di kelas A dengan bersandar kursi lengkap dengan AC, tapi Akihisa adalah di kelas F, yang terendah anak tangga sekolah yang hanya dilengkapi dengan rendah, meja reyot dan tikar jerami tatami usang. Seorang gadis bernama Mizuki Himeji sebenarnya adalah salah satu gadis paling cerdas di tahun kedua Akihisa, tapi ia menderita demam pada hari uji dan pigeonholed ke kelas F. Selain Mizuki (yang Akihisa diam-diam memuja), kelas F juga memiliki Yuji Sakamoto, presiden kelas yang telah teman Akihisa dan mitra-in-kejahatan sejak tahun pertama.

Sekolah telah terjadi eksperimen dikembangkan untuk memanggil makhluk fantasi, dan Akihisa memutuskan untuk rally kelas F untuk mengambil kelas yang lebih tinggi-tier dan merebut tunjangan mereka. Kelas F menggunakan makhluk dipanggil dalam pertempuran habis-habisan untuk supremasi sekolah.

durarara !

Sinopsis :
Cerita terjadi di pusat kota Tokyo, Ikebukuro.
Atas undangan temannya Masaomi, Ryūgamine Mikado transfer ke sekolah di kota. Ketika ada temannya memperingatkan tentang beberapa gangster lokal. Para gangster takut legenda perkotaan yang disebut "Dullahan", pengendara tanpa kepala, yang mengendarai sepeda motor hitam tanpa lampu kepala atau suara mesin. Setelah hari pertama Ryūgamine Mikado di Ikebukuro, ia saksi ini legenda perkotaan dan perebutan kepala hilang Dullahan pecah. Didasarkan dari novel oleh penulis yang sama yang menulis Baccano.