23.11.10

Jembatan Diatas Awan di Prancis [+PIC]






Jembatan Menembus Awan di Prancis, Lebih Tinggi dari Menara Eiffel Selain Menara Eiffel, Kota Mode Paris, Prancis juga memiliki icon lain yakni Jembatan Tertinggi di Dunia. Saking tingginya, jembatan yang dibangun lebih tinggi dari Menara Eiffel ini, seolah berada di awan. Kalau selama ini kita lebih sering mendengar proyek-proyek pembangunan spektakuler dilakukan di Dubai, maka Prancis pun memiliki jembatan spektakuler ini.





Jembatan Millau ini melintasi sungai Tarn dan lembah-lembah di pegunungan Massif Central. Lihat gambar-gambar ini, tiang-tiang pancang baja dan beton menembus awan – awan di atas Desa Tarn. Pembuatannya sendiri sudah merupakan pemandangan yang luar biasa, apalagi setelah jadi dan dioperasikan pada Desember 2004 lalu, sungguh luar biasa.














Orang berkendaraan melintasi awan-awan yang terbang rendah di pegunungan, atau bahkan menggapainya. Ini sensasi tersendiri. Bayangkan, anda berjalan menembus langit?? Jembatan ini diresmikan ketika Presiden Jacques Chirac berkuasa (sekarang Sarkozy) dalam sebuah upacara yang megah.

Jembatan unik kini bukan hanya jadi sarana transportasi tapi juga ajang wisata. Siapa wisatawan yang tak ingin menjajal berkendaraan bersamaan dengan awan yang berarak di sekelilingnya?

Panjang jembatan ini hanya 2,5 km. Menurut Chirac, pembangun jembatan ini merupakan keajaiban dan menjadi lambang kemajuan teknik sipil Prancis. Jembatan ini juga berfungsi sebagai simbol dari kemoderan Prancis.

Jembatan ini dirancang oleh arsitek Inggris, Norman Foster, dengan tinggi 340 m, lebih tinggi16 meter dari Menara Eiffel. Terbuat dari baja dan beton dan dirancang tahan gempa.

Pembangunannya dimulai sejak 2001 lalu, dan selesai 2004, lebih lambat dari waktu yang dijadwalkan, yakni tiga tahun. Hal ini salah satu sebabnya adalah faktor cuaca, selain memang tingkat kesulitan yang tinggi. Maklumlah, jembatan ini selain luar biasa tinggi juga dibangun di lokasi yang tidak biasa. Struktur tanah yang tak rata, maklum wilayah pegunungan.Digunakan sistem hidrolik untuk menyorong geladak kembatan ke dalam tempat seharusnya. Sistem ini disediakan oleh Enerpac Hydraulic Systems – perusahaan yang juga “mengangkat” Golden Gate Bridge.

10.11.10

Ini Tameng Badai Matahari Buatan NASA

Tahun 2013 akan jadi tahunnya Sang Surya. Saat itu diperkirakan akan terjadi badai Matahari. Meski tak sampai menghancurkan peradaban di Bumi, ini jelas fenomena yang tak boleh dianggap remeh.

Badai Matahari bisa mempengaruhi atmosfer, memutus jaringan telekomunikasi, dan mematikan jaringan listrik di Bumi. Akibatnya fatal bagi manusia yang terlanjur tergantung pada teknologi.

Bayangkan, hidup tanpa listrik, dalam hitungan jam bahkan bulan. Sementara, alat transportasi massal -- kereta, MRT, subway, dan pesawat terbang. Tak hanya itu, alat navigasi berbasis GPS dan satelit akan lumpuh. Jangan harap telepon genggam Anda akan bisa digunakan.

Pada 2008, diprediksi, badai matahari akan menelan biaya ekonomi US$ 2 triliun di tahun pertama. Pemulihan butuh waktu 10 tahun.

Untuk mengantisipasi malapetaka, Badan Antariksa AS, NASA menemukan alat terbaru: peringatan dini untuk melindungi sumber energi Bumi dari dahsyatnya badai Matahari.

Proyek terbaru NASA ini dinamakan 'Solar Shield' yang didesain untuk memprediksi tingkat keparahan badai Matahari di lokasi tertentu di Bumi. Ini untuk membantu perusahaan listrik merencanakan respon dan membatasi potensi kerusakan pada peralatan mereka.

"Alat ini untuk mengetahui 'sesuatu akan datang dan mungkin menjadi besar," kata kepala proyek, Antti Pulkkinen, seperti dimuat situs Space.com.

Bagaimana cara kerjanya?

Prosesnya akan seperti ini: Saat coronal mass ejection atau lontaran massa korona Matahari terdata, data dari observatorium seperti satelit SOHO dan satelit Stereo NASA , memungkinkan tim membuat model 3D dan menyediakan prediksi jangka panjang kapan badai akan tiba -- sampai prediksi 24-48 jam. Tim lalu menggunakan komputer di  Goddard's Community Coordinated Modeling Center (CCMC) membuat prediksi umum,

Lalu, satelit pemantauan cuaca angkasa NASA akan memantau saat aliran partikel bergerak lebih dekat ke Bumi, sekitar 30 sampai 60 menit sebelum mencapai planet kita.

Data terkini, memungkinkan tim untuk cepat memperbaiki dan menyempitkan prediksi mereka. Hasil ini akan disampaikan NASA kepada Electric Power Research Institute Program Sunburst dan lalu disampaikan pada perusahaan penyedia listrik.

Pulkkinen mengatakan proyek Solar Shield masih dalam tahap percobaan dan masih dibutuhkan data yang pengamatan Matahari lebih banyak.

Ditemukan, Galaksi Purba Tersembunyi

Astronom dan kosmolog dari The Open University di Milton Keynes, Inggris berhasil mendeteksi galaksi purba. Ia melakukan hal itu dengan menggunakan efek yang ditimbulkan oleh distorsi ruang dan waktu yang berada di jarak yang sangat jauh antara bumi dan galaksi tersebut.

Menurut astronom tersebut, Mattia Negrello, sebelumnya galaksi ini tersembunyi di balik debu-debu ruang angkasa. Penemuan galaksi yang sangat jauh tersebut berpotensi menyingkap bagaimana proses terbentuknya alam semesta dan galaksi awal. Dia menjelaskan, galaksi jarak jauh umumnya sulit dilihat. Akan tetapi galaksi yang cahaya redupnya terselubung debu luar angkasa lebih sulit lagi dideteksi, bahkan meski menggunakan teleskop terbesar yang ada saat ini. Namun, para stronom berhasil mendongkrak efektivitas teleskop mereka dengan mengandalkan lensa dan galaksi yang ada di antara astronom dengan objek yang ingin mereka lihat.

Daya tarik gravitasi dari objek yang berada di tengah-tengah antara peneliti dan obyek yang diamati dapat mengganggu ruang dan waktu, efek ini mampu membelokkan cahaya. Efek yang disebut dengan ‘gravitational lensing’ inilah yang dapat meningkatkan kemampuan pengelihatan terhadap galaksi yang sangat jauh, atau setidaknya memungkinkan peneliti menangkap beberapa gambar seputar galaksi tersebut.

Umumnya, menemukan gravitational lense juga sangat memakan waktu. Saat ini, menggunakan data dari teleskop luar angkasa Herschel, galaksi bisa dideteksi dengan mudah menggunakan cahaya berpanjang gelombang sub milimeter jika mengamati langit dengan berukuran luas yang cukup.

Objek yang dilihat dari jarak sub milimeter umumnya diperkirakan merupakan galaksi berdebu, berada pada jarak yang jauh dan mengalami ledakan kuat dari terbentuknya bintang. Aktivtas intens ini menghasilkan debu yang mengaburkan mereka. Pada posisi langit tertentu, peneliti menemukan lima lensa gravitasi baru, galaksi berdebu yang membentuk bintang.

“Saya memperkirakan sekitar empat sampai enam buah galaksi terdeteksi pada data yang kami kumpulkan setahun lalu,” kata Mattia Negrello, seperti dikutip dari Space, 9 November 2010.

“Data tersebut mewakili sekitar 3 persen dari seluruh area yang akan dipetakan oleh Herchel di dalam H-ATLAS (Herschel Astrophysical Terahertz Large Area Survey).” Kata Negrello. “Sangat menggembirakan saat diketahui bahwa sebenarnya ada 5 buah,” ucapnya.

Metode yang digunakan peneliti kali ini lebih sederhana dibandingkan teknik sebelumnya. Mereka mengamati langit untuk mencari radiasi berukuran sub milimeter, mengidentifikasi objek yang paling terang dan menghilangkan beberapa kontaminan seperti galaksi lain yang ada di dekatnya.
Semua yang tersisa kemudian diketahui sebagai galaksi yang membentuk bintang. “Ini merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pemunculan gravitational lensing,” ucap Negrello.

Menurut Negrello, lima buah galaksi yang ditemukan diibaratkan hanya merupakan puncak dari gunung es. “Kami berharap dapat menemukan lebih dari 100 lagi dalam H-ATLAS penuh nantinya,” ucapnya.

Dengan menangkap detail yang diperkuat oleh gravitational lensing pada sejumlah galaksi, peneliti berharap akan dapat lebih memahami bagaimana cara mereka terbentuk dan berevolusi.

UFO, Bermuda, Fenomena Aneh di Luar Sains

hantu
segitiga bermuda
ufo
Ilmu pengetahuan telah berkembang sedemikian rupa dan manusia modern meyakini sains memiliki kekuatan untuk memberi penjelasan keberadaan semua hal di Bumi, maupun di alam semesta.

Namun, ternyata tak semua hal bisa dijelaskan secara ilmiah. Misalnya, sains belum bisa memberi jawaban memuaskan tentang proses pembentukan alam semesta, juga soal agama, apalagi menjangkau Tuhan.
Demikian juga dengan hal-hal supranatural dan berbagai hal misterius lain yang belum bisa dijelaskan. Ini mungkin disebabkan, metode ilmiah tak dapat diterapkan untuk mempelajari fenomena-fenomena itu. Berikut contoh 10 fenonema yang belum terjawab secara ilmiah.
1. Efek Placebo
Ini adalah teka-teki dalam dunia medis. Tentang bagaimana pikiran atau sugesti mempengaruhi kesehatan fisik dan memiliki kekuatan penyembuh.

Pasien bisa sembuh dari suatu penyakit karena meyakini ia mengonsumsi obat mujarab. Meski dokter hanya memberikan pil gula atau vitamin.

Namun, selama bertahun-tahun, efektifitas Placebo belum terukur. Dalam kacamata ilmu pengetahuan, metode ini tak bisa diandalkan.

2. Indra keenam
Lima indra, penglihatan, pendengaran, perasa, peraba, dan penciuman, membantu manusia untuk mengeksplorasi dunia.  Namun, ada lagi satu indra yakni indra keenam, atau yang dikenal dengan sebutan intuisi atau firasat.

Intuisi adalah kemampuan untuk tahu dan mengerti sesuatu tanpa menggunakan pikiran logis dan analisis. Ini umum dimiliki hampir setiap orang, yang berbeda, tingkat ketajamannya.

Sebuah survei yang dilakukan pada para CEO tahun 2006 oleh PRWeek / Burson-Marsteller, 62 persen dari para CEO cenderung untuk membuat keputusan bisnis berdasarkan intuisi daripada pada analisis data.

Filsuf Cina kuno Lao  Tsu bahkan mengatakan kekuatan intuisi akan melindungi manusia dari bahaya hingga akhir hidupnya. Bahkan Albert Einstein mengatakan, "Satu-satunya hal berharga yang nyata adalah intuisi."

Tapi darimana intuisi berasal? Belum ada jawaban pasti secara ilmiah. Studi kelenjar pineal dalam otak manusia mungkin mendekati jawaban atas misteri ini.

3. Pengalaman dekat dengan kematian
Banyak cerita tentang pengalaman dari orang-orang yang lolos dari kematian. Ada yang menyebut, seperti  berjalan di terowongan gelap menuju ke titik terang, bertemu dengan orang yang dicintai, dan muncul perasaan tenang dan pasrah.

Yang paling diingat adalah pengalaman Dr George Rodonaia, yang pernah 'mati' pada 1976. Karena pengalaman itu, Rodonaia, yang  ateis lantas ditahbiskan menjadi imam gereja ortodoks.

Dari mana pengalaman mati itu datang? Beberapa ilmuwan berspekulasi dengan menyebut bahwa itu adalah akibat dari halusinasi dari otak yang luka.

Tapi cedera otak tidak selalu terjadi pada orang yang mengalaminya, sehingga tidak ada teori ilmiah yang mampu menjelaskan secara ilmiah fenomena ini, juga mengapa pengalaman ini bisa mengubah hidup.

4. UFO

Unidentified Flying Object (UFO) adalah istilah yang diciptakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat pada tahun 1952 untuk mengklasifikasikan benda-benda yang tidak dapat diidentifikasi di udara.

Dalam budaya populer, konsep UFO mewakili pesawat ruang angkasa yang berkaitan dengan mahluk luar angkasa (alien).

UFO telah dilaporkan juga disaksikan orang China kuni pada abad ke-11, lalu ada Kenneth Arnold, seorang pengusaha Amerika, melaporkan melihat sembilan obyek dengan cahaya terang terbang dekat Gunung Rainier di negara bagian Washington pada tahun 1947.  Arnold menggambarkan obyek berbentuk "datar seperti loyang pie".
Di masa kini penampakan UFO kian banyak, namun belum ada penjelasan, benarkan ini fenomena nyata.

5. Deja vu
Berasal daro bahasa Prancis yang berarti 'sudah terlihat'. Ini adalah sensasi saat seseorang merasa pernah berada di suatu lokasi atau peristiwa tertentu -- meski yang dialaminya itu adalah untuk kali pertamanya.

Penelitian syaraf telah mencoba untuk menjelaskan fenomena ini dengan membahasakan sebagai:  anomali memori,  patologi otak, atau sebagai efek samping obat. Namun, tak ada jawaban pasti.

6. Hantu
Referensi hantu dalam sastra klasik oleh penulis seperti Homer dan Dante mengisyaratkan bahwa pengalaman manusia dengan fenomena paranormal berlangsung lama dan umum.

Hantu juga kerap muncul dalam budaya populer. Keberadaan hantu memiliki implikasi yang mendalam mengenai dimensi di luar dunia fisik kita dan kelangsungan jiwa manusia setelah kematian. Peneliti bekerja pada subjek ini berharap bahwa suatu hari misteri ini akan terpecahkan.

7. Hilang tanpa jejak
Ada kasus aneh di mana banyak orang telah menghilang tanpa jejak. Misalnya, pada 1937, pilot Amelia Earhart pilot dan navigator Frederick Noonan menghilang dengan pesawat Lockheed yang mereka terbangkan.

Saat mendekati Pulau Howland di Samudera Pasifik, keduanya mengirim pesan, mereka kehabisan bahan bakar. Komunikasi lantas terputus dan mereka hilang tanpa jejak.

Meski upaya investigasi maksimal dengan teknik modern dilakukan, jawaban kongkret tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang hilang secara misterius ini belum terjawab.

8. Segitiga Bermuda
Segitiga Bermuda adalah garis imajiner yang menghubungkan Bermuda Miami, San Juan, Puerto Rico. Di lokasi itu, kapal dan pesawat terus menghilang.

Banyak cerita soal alat navigasi yang kacau, penampakan bola cahaya dari langit, kacaunya cuaca, dan dinding kabut nan aneg.

 Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah bekerja untuk menghilangkan prasangka misteri Segitiga Bermuda dengan mengatakan yang terjadi adalah fenomena wajar.

Namun, mereka yang pernah mengalami langsung anomali di Segitiga bermuda bersikukuh, yang terjadi di luar logika. Wilayah itu kerap dihubung-hubungkan hal aneh seperti lokasi kerajaan setan atau medan magnet dahsyat.

9. Bigfoot
Bigfoot merupakan salah satu makhluk yang paling legendaris dalam studi cryptozoology. Ia punya banyak nama alias: di Amerika Utara disebut Sasquatch, di wilayah Himalaya disebut Yeti, atau Yowie di Australia.

Pada tahun 1951, pendaki gunung Eric Shipton memoto jejak raksasa di pegunungan Himalaya. Foto itu mengejutkan dunia dan membuat kisah Bigfoot populer

Namun, karena kurangnya bukti fisik yang menguatkan keberadaan Bigfoot, ilmuwab konvensional tidak menerima klaim keberadaannya.

10. The Hum (Dengungan)
Fenomena suara dengungan frekuensi rendah terus-menerus telah dilaporkan di berbagai tempat di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa Utara.

Suara itu dikenal sebagai  "Hum". Bagi  yang bisa mendengarnya,  suara sering digambarkan sebagai gemuruh dari mesin diesel dari kejauhan.

Tak jarang suara ini membuat sebagian orang stres dan terganggu kehidupan normalnya.

Badan-badan pemerintah di seluruh dunia telah menyelidiki sumber 'Hum'. Di Amerika Serikat, penyelidikan awal dimulai pada 1960-an.
Pada tahun 2003, Departemen Lingkungan, Pangan dan Urusan Pedesaan di Inggris menerbitkan sebuah laporan menganalisis dampak Hum.  Namun, dari mana suara itu berasal, sampai kini belum diketahui.

Foto-foto Planet Mars


Kutub utara Mars

Bebatuan Mars yang menguak keberadaan air purba

Foto permukaan planet Mars yang diabadikan oleh robot penjelajah Viking 1 di tahun 1996.

Foto planet Mars, diambil dari jarak 5.5 juta kilometer oleh pesawat luar angkasa Mars Express, 18 Desember 2003

Foto permukaan planet Mars yang diabadikan oleh robot penjelajah NASA Phoenix Mars, 7 Oktober 2008.